Pelaku Ditawari Rp100 Juta Untuk Teror Di Santo Yosep

Equityworld Futures Emas XAU USD
EQUITY WORLD Emas Turun Investor Tunggu Kepastian Kenaikan Suku Bunga AS
29/08/2016
Polwan Di Turki Kini Boleh Berjilbab - Equityworld
Polwan Di Turki Kini Boleh Berjilbab – Equityworld
29/08/2016

Pelaku Ditawari Rp100 Juta Untuk Teror Di Santo Yosep

Equityworld – Kepolisian menyebutkan tersangka teror di Gereja Santo Yosep, Medan, Sumatera Utara, mendapat penawaran duit Rp10 juta dari seorang.

“Jadi IAH ditawari duit, ‘kalau ingin aku kasih Rp10 juta’,” kata Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto di Jakarta Senin (29/8/2016).

Agus menjelaskan, IAH ingin menerima penawaran duit, tetapi remaja 17 thn tersebut belum tahu dana itu buat kebutuhan apa.

Waktu ini polisi masihlah memahami & menyelidiki keterangan pelaku IAH terkait tindakan teror kepada pendeta Gereja Santo Yosep tersebut.

Agus mengungkapkan IAH berjumpa orang yg menawarkan duit itu terhadap Kamis (25/8/2016) & berkomunikasi dgn ia. Menurut ia, orang tak dikenal itu mengarahkan pelaku.

Usai berjumpa bersama orang yg menawarkan beliau duit, IAH merakit bom dgn bahan korek api & kabel & sekantong bubuk dari orang tersebut.

Agus menyambung, IAH merangkai benda tersebut cocok tips dari orang kenalannya itu & wawasan yg beliau sanggup Internet.

Equityworld: Bahkan IAH pernah menciptakan & cobalah meledakkan sesuatu yg suaranya serupa ban pecah yg didapati kakak pelaku di indekos.

Seterusnya, IAH mengikuti ibadah guna melancarkan perbuatan teror pada pastor di Gereja Santo Yosep kepada minggu(28/8/2016).

“Hasil pendalaman pihak kepolisian, dari penggeledahan di ranselnya & geledah di kosannya, memang lah yg bersangkutan terobsesi kepada aktivitas radikal & terorisme internasional,” tuturnya di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Dijelaskan, berdasarkan sensor di area tinggalnya dijalan Setiabudi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, benar-benar ditemukan bahan rakitan utk bom, di antaranya kawat tembaga, baterai, lampu pijar, pula solder.

“Itu sanggup dimanfaatkan buat menciptakan bom rakitan & ini didapati tersangka dari internet dimana dia(tersangka) pula didapati teramat getol main-main internet,” tutur Wiranto.

Disaat kejadian terjadi tersangka masuk gereja mengambil enam batang peledak ciptaan sendiri, yg berisi semen, bubuk mesiu, juga korek api, maka ledakannya seterusnya tak agung.

“Di sana (di ruang tinggalnya) pula ada tulisan ‘I love Al- Bagdadi'”, namun kini kasusnya sedang didalami. Hasil sementara dirinya bukan masuk jaringan terorisme internasional,” kata Wiranto.

Equityworld: Abubakar Al-Baghdadi merupakan pemimpin & pendiri group militan ISIS.

Tempo Hari (28/8/2016), satu orang pemuda menyerang pastor bersama sebilah pisau di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep dijalan dr Mansyur, Medan.

Direktur Reskrim Umum Polda Sumut Kombespol Nur Falah menyampaikan tersangka berinisial IAH (18) masuk dgn berpura-pura mengikuti misa di gereja itu.

Saat pastor Albert S. Pandiangan dapat berkotbah, tersangka mengejarnya sampai altar gereja & berusaha melukai pastor dgn pisau yg dibawanya, namun cuma menyangkut tangan sang pastor.

Tersangka pula mengambil satu buah tas berisi benda diduga bom, namun tak meledak bersama cuma mengeluarkan api & asap.

Nur Falah menyebutkan polisi tetap memahami bisa jadi grup yg bertanggungjawab atas teror ini.