Minyak Terus Bergerak Naik Dampak Penurunan Pasokan AS

620381928894205b2122b45824477370
Bursa Saham Eropa Turun untuk Hari Kedua Dipimpin Indeks DAX
09/06/2016
3a05453c28445819929e75e552a615ce
Asian Stocks Drop as Japan Topix Falls With Commodity Shares
10/06/2016

Minyak Terus Bergerak Naik Dampak Penurunan Pasokan AS

59210f6d0be818e203945c5f464d2ebf

PT. Equityworld Futures – Minyak naik untuk hari keempat setelah data pemerintah menunjukkan persediaan AS menurun untuk minggu ketiga dan kebakaran baru yang terjadi memicu produsen Kanada untuk menutup output.

Kontrak berjangka naik sebanyak 0,9 % di New York, lebih tinggi dari penutupan tertinggi dalam 10 bulan terakhir dan memperpanjang rekor kenaikan terpanjang sejak 22 April. Cadangan minyak mentah menurun sebanyak 3,23 juta barel pada pekan lalu ke level terendah dalam dua bulan terakhirr, menurut data dari Administrasi Informasi energi AS, Rabu. Terjadinya kebakaran baru mendorong produsen minyak di Kanada Cenovus Energy Inc dan Kanada Natural Resources Ltd untuk menutup produksi mereka.

Harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 95 % dari level 12-tahun terendah pada bulan Februari di tengah gangguan tak terduga dan penurunan stabil dalam output AS, yang berada di bawah tekanan dari kebijakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak ‘memompa tanpa batas. Produksi AS meningkat 0,1 % pada pekan lalu, menghentikan penurunan selama 12 minggu, menurut laporan EIA.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli naik sebanyak 44 sen ke level $ 51,67 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 51,55 pada pukul 8:11 pagi waktu London. Total volume perdagangan sekitar 46 % di bawah 100-hari rata-rata. Kontrak naik 87 sen atau 1,7 %, menjadi ditutup di level $ 51,23 pada hari Rabu, yang tertinggi sejak 15 Juli lalu.

Brent untuk pengiriman Agustus menguat sebanyak 35 sen atau 0,7 %, ke level $ 52,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium 56 sen dibandingkan WTI untuk pengiriman Agustus. (knc)

Sumber : Bloomberg

Comments are closed.