Inggris Tolak Rasisme Dengan Peniti #SafetyPin

Profil Shafa Sabila Fadli Putri Fadli Zon
Profil Shafa Sabila Fadli Putri Fadli Zon
30/06/2016
Equity World Futures
Dibayangi Aksi Ambil Untung, IHSG Diperkirakan Rawan Koreksi – Equity World Futures
01/07/2016

Inggris Tolak Rasisme Dengan Peniti #SafetyPin

PT Equityworld Futures - Inggris Tolak Rasisme Dengan Peniti

PT Equityworld Futures – Ada sebanyak laporan berkenaan hinaan rasis di Inggris sejak hasil referedum diumumkan, yg menyebutkan kemauan mayoritas masyarakat ke luar dari Uni Eropa.

Seseorang wanita lantas melontarkan gagasan sederhana utk menunjukan solidaritas melawan rasisme, adalah bersama memanfaatkan peniti.

Akun @Cheeahs mengawali tagar #SafetyPin (peniti) yg waktu ini dibagikan lebih dari 30.000 kali.

Geram lantaran jumlahnya narasi rasisme, beliau memanfaatkan Twitter utk menunjukan frustrasi. Beliau beranggapan bahwa menggunakan peniti yakni solusi paling sederhana.

@Cheeah mempunyai nama original Allison – beliau tidak mau nama panjangnya ketahuan buat argumen keamanan – & tinggal di London.

PT Equityworld Futures - Inggris Tolak Rasisme Dengan Peniti

Terhadap BBC ia mengemukakan, “ini tak hanya dimanfaatkan yang merupakan gestur simbolik atau suatu trik yg sekedar ‘saling menepuk punggung'”.

PT Equityworld – “Menggunakan #peniti utk menunjukan solidaritas dgn penduduk Uni Eropa & imigran di Inggris.”

Apabila beberapa orang memanfaatkan pin & memberi dukungan kampanye yg mereka katakan, mereka bakal bersiap jadi bidang dari solusi.

Ini sanggup berupa menghadapi serentak tabiat rasis atau kalau tak mengijinkan, setidaknya mendokumentasikannya.”

“Secara umum, ini menyangkut menggapai beberapa orang & mengemukakan bahwa mereka aman & di terima,” imbuhnya.

Di Twitter, poto para customer peniti tidak sedikit diupload di Twitter. Namun, tak seluruh orang berpikir bahwa #SafetyPin yakni konsep yg serasi.

Akun @EmilyBaah posting, “Mengapa Kamu membutuhkan #peniti utk menunjukan Kamu tak rasis? Lantaran Kamu tak jadi rasis bersama sendirinya bukan?”

“Saya teramat menginginkan aku tak berada di sini waktu ini – tetapi inilah solidaritas aku.”

PT Equityworld Futures –  Solidaritas bersama Uni Eropa

Yang Lain berkomentar dgn suara sarkasme. “Besok aku dapat coba & memulat tren tagar utk mengecat kuping Kamu kuning yang merupakan solidaritas bersama Uni Eropa buat menonton apakah ada mellennials yg melakukannya #safetypin,” kata @OffenceOffice.

Grafiti yg bernada ofensif muncul di kawasan orang Polandia di London, card bersama tulisan “tidak buat kutu Polandia” sudah dikirim ke kotak-kotak surat di Cambridge, & satu orang veteran AS dinamakan sbg “seorang imigran” & disuruh “kembali pulang ke Afrika” dalam suatu tram di Manchester.

Allison tak berasal dari Inggris – ia lahir di New England, AS – tetapi dirinya beranggapan dia seseorang “imigran yg tersamarkan” sebab kenyataan dirinya putih & berbahasa Inggris.

Baca juga: Usai Brexit, Partai Oposisi Inggris Terancam Perpecahan

“Saya bukan masyarakat negeri Inggris, aku tak mampu pilih namun aku sektor dari warga ini.

Aku menikah bersama seseorang Inggris & tinggal di sini tatkala enam thn.

Mutlak bagi aku utk bergabung dgn orang (imigran) lain yg tak sanggup tersamarkan (lantaran penampilannya).”

Comments are closed.