Indeks Saham Berjangka AS Tidak Banyak Bergerak Jelang Rilis Data Payrolls

Equity World Futures Menlu China Marahi Wartawan karena Bertanya Soal HAM
Menlu China Marahi Wartawan karena Bertanya Soal HAM
03/06/2016
2387a69b4ebeb3449f98be0b737cad71
Saham Jepang Melemah Pasca Lesunya Data Payrolls AS
06/06/2016

Indeks Saham Berjangka AS Tidak Banyak Bergerak Jelang Rilis Data Payrolls

Equity World Futures Data Payrolls

Equity World Futures – Indeks saham berjangka AS tidak banyak bergerak, dengan S & P 500 berada di level tujuh bulan tertinggi, menyusul investor menunggu rilis data payrolls bulanan pemerintah untuk petunjuk lebih lanjut tentang kekuatan ekonomi.

Kontrak pada S & P 500 yang berakhir pada bulan Juni turun kurang dari 0,1 persen ke level 2,103.5 pada pukul 10:33 pagi waktu London. Indeks itu ditutup di atas level 2.100 untuk pertama kalinya sejak 20 April kemarin di tengah tanda-tanda kenaikan kuat pada pekerjaan sebelum keputusan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini. Dow Jones Industrial Average berjangka naik 2 poin ke level 17.827 hari ini.

S & P 500 naik untuk bulan ketiga pada Mei seiring tumbuhnya spekulasi di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini dapat menahan kenaikan suku bunga pada bulan Juni. Indeks sudah berada di dekat level yang terbukti sulit untuk dipertahankan dalam reli sebelumnya. Reli kehilangan momentum setelah melonjak 15 persen dari level terendah pada bulan Februari sampai level puncak 20 April lalu, sebelum kembali mendapatkan momentum di paruh kedua bulan lalu.

Dengan para pejabat Fed yang mensinyalkan kesediaan mereka untuk menaikkan suku bunga yang tergantung pada perbaikan ekonomi, investor mengamati dengan seksama data payrolls Departemen Tenaga Kerja yang dirilis pukul 08:30 pagi waktu Washington. Rilis ini diperkirakan akan menunjukkan pengusaha AS merekrut pekerja pada kecepatan yang sama pada bulan Mei seperti pada bulan sebelumnya, sementara tingkat pengangguran menurun. Laporan yang juga akan dirilis yakni data pesanan dan jasa pabrik. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Comments are closed.