Equity World – Kampung Industri Tempe Untuk Menghadapi Pasar Bebas

Equity World
Equity World – Harga Emas Berakhir Mixed
24/08/2016
Equity World
Equity World – IHSG 24 Agustus Sesi 1 Turun
24/08/2016

Equity World – Kampung Industri Tempe Untuk Menghadapi Pasar Bebas

Equity World

Equity World – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) lewat Instansi Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) sedang lakukan kajian pembangunan kampung industri tempe yg berlokasi di Kedaung Pamulang. Acara ini dilakukan yang merupakan upaya meningkatkan kualitas produksi tempe & menghadapi pasar bebas.

Equity World – Hadapi Pasar Bebas, Pemkot Tangsel Siapkan Kampung Industri Tempe

Tidak Dengan disadari ragam makanan dari luar negara telah menyerbu pasar-pasar trendi seperti nomor satu market. Kasi Pengambangan Industri, Disperindag Putut D.W. menyampaikan persiapan menghadapi serbuan product dari luar negara dimulai kini.

“Jika mau jadi jawara kata kuncinya mesti mempersiapkan sejak awal. Mungkin Saja waktu ini mempunyai anggapan tidak butuh, namun cobalah rasakan sekian banyak th ke depan product makanan bakal membanjiri pasar Indonesia,” kata Putut.

Sebelum menghadirkan kampung industri tempe, langkah yg telah ditempuh Pemkot yakni memberikan pembinaan pada lebih kurang 50 pengrajin tempe yg berasal dari Kedaung. Mereka diajarkan buat memproduksi barang yg keren & berkwalitas. Mereka diberikan pembinaan menyangkut Gugus Kendali mutu(GKM) & Good Manufacturing Practice (GMP).

Kepala Sektor Perindustrian Disperindag Kota Tangsel, Ferry Payacun mengungkapkan ada modal berpotensi akbar yg mesti dikembangkan. Apabila bekal berupa pengrajin tempe tak diberdayakan dapat membahayakan bagi keberlangsungan industri pasar ke depan.

“Itulah mengapa kami bersama telaten lakukan pembinaan terhadap pengrajin yg ada di Tangsel salah satunya tempe. Ini utk menyiapkan mental mereka yang merupakan basis Kampung Industri Tempe. Keterampilan mereka biar lebih trendi menghadapi pasar bebas,” tukas Ferry.

Pemkot Tangsel menegaskan bahwa utk sanggup beradu di pasar bebas, produksi tempe asal Tangsel dapat dikemas lebih mutahir, mempunyai ijin edar, & dapat tahan lama maka bakal menambah area pasar.

““Tempe dari Tangsel ke depan jangan sampai lagi mengunakan daun. Seandainya itu yg masih dikenakan, tentu bakal tertinggal,” kata Kasi Kesehatan Keliling (Kesling) Instansi Kesehatan Kota Tangerang Selatan Anton Martabat.

Salah satu Dosen Trisakti bagian Teknik Mesin, Ahdianto mengungkapkan siap beri dukungan acara pengembangan kampung industri tempe Tangsel. Dia juga telah meninjau area di Kedaung Pamulang juga sebagai kajian.

“Kami telah meninjau area namun belum sanggup menyimpulkan. Dari tinjauan kami perlunya penataan lingkungan supaya bersih sebab ini product makanan. Pengaturan sirkulasi hawa di ruangan belum diatur bersama rapi biar udaranya sehat,” Ahdianto.