Dollar AS Melemah Di Akhir Sesi Perdagangan 05 Sept 2016

EQUITY WORLD, Bursa saham Eropa
EQUITY WORLD: Bursa Saham Eropa 05 September 2016
05/09/2016
Equity World
Equity World – Harga Minyak Mentah Terus Naik
06/09/2016

Dollar AS Melemah Di Akhir Sesi Perdagangan 05 Sept 2016

Equity World

Equity World

EQUITY WORLD – Dollar AS dengan cara umum melemah di penghujung sesi perdagangan Asia Senin (05/September) siang ini sesudah data pertumbuhan arena lapang kerja AS yg dilaporkan mengecewakan terhadap hri Jumat dulu, di mana angka Non Farm Payroll (NFP) AS terdaftar berada di bawah angka ekspketasi.

Akibatnya, The Fed serta diperkirakan dapat susah buat menaikkan suku bunganya bln ini.

NFP AS dilaporkan sebanyak 151,000 arena lapang kerja kepada bln Agustus dulu, lebih rendah daripada 180,000 arena lapang kerja yg diperkirakan oleh para ekonom.

Data pendapatan rata-rata perjam, yakni parameter penting yang turut mempengaruhi tekanan inflasi, meningkat hanya 0.1 persen lebih rendah daripada ekspektasi kenaikan 0.2 persen.

EQUITY WORLD: Tipisnya Kemungkinan The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga

Akan tetapi, kenaikan rata-rata payroll bulanan rupanya tak jauh dari kisaran 200,000, oleh karena itu, para investor menyimpulkan bahwa data tersebut tak akan menjadi pemacu yang serius bagi rencana The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga.

USD/JPY sempat unggul dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, namun saat berita ini ditulis, USD/JPY sudah mengendur103.377 tepatnya setelah Kuroda menyatakan bahwa BoJ masih memiliki ruang yang cukup untuk menambah stimulus.

Di sisi lain, EUR/USD mendaki ke posisi 1.11723 dari sebelumnya pada posisi 1.1155. Indeks Dolar, yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya, secara umum masih terfloating namun kemudian terpantul turun menuju angka 95.189 setelah data NFP AS diumumkan.

EQUITY WORLD: Analis Tak Hapus Kemungkinan Kenaikan FED Rate September

Meski demikian, para analis tak lantas menghapus total kemungkina kenaikan suku bunga The Fed pada rapat FOMC bulan ini. “Reaksi pasar sangat bisa dimaklumi. Tetapi walaupun angka utama masih lemah, data (NFP) AS tersebut tak sepenuhnya menghapus kemungkinan kenaikan tingkat suku bunga pada bulan September,” kata Masashi Murata, Ahli Strategi Mata Uang di Brown Brothers Harriman.

Sementara itu, Jan Hatzius, Kepala Ekonom Goldman Sachs maish melihat probabilitas sebanyak 55%, cukup tinggi untuk kenaikan tingkat suku bunga pada bulan September.

 

Angka tersebut lebih tinggi daripada probabilitas 21 % yg ditunjukkan oleh CME Fund Futures.

Comments are closed.